Bahasa Arab selama ini terlalu sering diperlakukan sebagai bahasa baku yang berdiri di luar dinamika sejarah; sakral, normatif, dan terpisah dari realitas sosial umat. Padahal, dalam kehidupan nyata, bahasa Arab tidak pernah hadir di ruang hampa. Ia selalu berdialog dengan budaya, kekuasaan makna, dan konteks lokal yang melingkupinya. Dari titik inilah buku ini berangkat: bahwa kajian bahasa Arab yang hanya bertumpu pada aspek gramatikal tidak cukup untuk menangkap bagaimana bahasa itu sesungguhnya hidup, dinegosiasikan, dan dipraktikkan dalam keislaman yang beragam.
Tren kajian keislaman global kini semakin menaruh perhatian pada hubungan antara bahasa, otoritas, dan identitas; terutama di tengah arus globalisasi digital yang mengubah cara umat Islam mengakses dan memperdebatkan teks keagamaan. Homogenisasi bahasa Arab melalui media sosial, gelombang arabisasi kultural, hingga perdebatan soal kemurnian agama versus kekayaan tradisi lokal menjadi fenomena yang menuntut kerangka analisis yang jernih. Buku ini hadir tepat waktu untuk menjawab tantangan tersebut.
Dengan memadukan perspektif linguistik, sosiologi agama, dan antropologi budaya dalam empat bab yang sistematis, buku ini menawarkan keunggulan yang jarang ditemui pada karya sejenis: ia secara konsisten menghubungkan teori dengan realitas empiris umat Islam Indonesia, dari dinamika pesantren dan kitab kuning, tafsir lokal atas teks Arab, hingga wacana moderasi di era digital. Bagi mahasiswa, peneliti, maupun praktisi pendidikan Islam, buku ini adalah kunci analitis untuk memahami mengapa Islam di satu tempat berbeda ekspresinya dengan di tempat lain, meskipun merujuk pada sumber teks yang sama.
Penulis: Dr. Ahmad Zubaidi, S.Pd., M.Pd
Penerbit: CV Indonesia Imaji
Harga: 70.000,-
ISBN: 978-623-8067-84-8
Pembelian versi digital myedisi reader:
Pembelian versi digital bacabuku.com/Kubuku:
Pembelian via TiktokShop:
Original price was: Rp75.000,00.Rp70.000,00Current price is: Rp70.000,00.











Reviews