Senin, November 18, 2019
Selama 40 tahun, para elit di negara-negara kaya dan negara-negara miskin sama-sama berjanji bahwa kebijakan-kebijakan neoliberal akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, dan bahwa manfaatnya akan merembes ke bawah sehingga semua orang, termasuk yang termiskin, akan menjadi lebih baik. Sekarang setelah bukti ada, apakah mengherankan bahwa kepercayaan pada elit dan kepercayaan terhadap demokrasi telah anjlok? Pada akhir Perang Dingin,...
Penulis: Luthfi Hamdani Saya selesai membaca beberapa bab awal dari buku bagus karangan Eric Holt-Gimenez, Ph.D, berjudul “A FOODIE'S GUIDE TO CAPITALISM; Understanding the Political Economy of What We Eat”. Gimenez adalah  direktur eksekutif dari Food First/Institute for Food and Development Policy. Selain itu ia menjadi pengajar di beberapa kampus ternama, salah satunya University of California in Berkeley. Ide dari ditulisnya...
Penulis: Luthfi Hamdani Pemasaran ramah lingkungan kini telah menjadi salah satu topik yang ramai dibahas dalam kajian manajemen. Salah satu referensi bagus untuk meamahami perkembangannya adalah buku berjudul “The New Rules of Green Marketing; Strategies, Tools, and Inspiration for Sustainable Branding”. Buku ini ditulis oleh Jacquelyn A. Ottman. Tulisan ini mencoba mengulas bab pertama dari buku Ottman berjudul ‘Green is Now...
Penulis: Luthfi Hamdani Perbedaan  generasi dalam lingkungan kerja menjadi  salah subyek  yang selalu muncul  dalam perkembangan manajemen sumber daya manusia, dan konsep  perbedaan generasi  terus  berkembang dari waktu ke waktu. Penelitian tentang perkembangan nilai-nilai generasi pertama dilakukan oleh Manheim pada tahun 1952, penelitian tersebut didasarkan pada tulisan-tulisan dalam bidang sosiologi tentang generasi pada kisaran tahun 1920 sampai dengan tahun 1930. Mannheim (1952)...
Penulis: Atha NRD.* Interviewer: Have you made a lot of money out of your music? (Sudahkah anda menghasilkan banyak uang dari musik?) Bob Marley: Money? How much is a lot of money for you? (Uang? Banyak uang itu seberapa banyak menurutmu?) Interviewer: That’s a good question. Have you made millions of dollar? (pertanyaan yg bagus. Sudahkah anda menghasilkan jutaan dolar?) Bob Marley:...
Penulis: Luluk Nur Hamidah, M.Si., M.PA Semenjak Republik Indonesia berdiri hingga saat ini, masalah pangan merupakan sumber masalah utama. Di satu sisi, negeri ini dianugerahi tanah yang luas dan subur serta iklim yang menunjang untuk pertanian. Namun di sisi lain jumlah penduduk yang sangat banyak juga menuntut konsumsi pangan yang besar. Di awal kemerdekaan, pemerintahan Sukarno yang melepaskan diri dari ketergantungan...
Penulis: Luthfi Hamdani Memulai usaha kuliner tampaknya masih cukup menjanjikan bagi banyak kalangan. Mulai dari fresh graduate sampai artis-artis terkenal beberapa tahun terahir memilih sektor kuliner untuk menempatkan investasi mereka. Beberapa merek yang bisa disebut cukup pesat perkembangan usahanya seperti Geprek Bensu (Ruben Onsu), Strudel Malang (Teuku Wisnu) sampai kue Princess Syahrini. Di luar beberapa merek tersebut, ada banyak lagi berbagai...
Penulis: Luthfi Hamdani Ketimpangan ekonomi bisa dimaknai sebagai perbedaan pembangunan ekonomi antar suatu wilayah dengan wilayah lainnya secara vertikal dan horizontal yang menyebabkan disparitas atau ketidak pemerataan pembangunan. Dimana salah satu tujuan pembangunan ekonomi daerah adalah untuk mengurangi ketimpangan (disparity). Peningkatan pendapatan per kapita memang menunjukkan tingkat kemajuan perekonomian suatu daerah. Namun meningkatnya pendapatan per kapita tidak selamanya menunjukkan bahwa distribusi...
Penulis: Luthfi Hamdani Kemiskinan masih menjadi masalah besar di Indonesia meskipun pemerintah mampu memangkas angka kemiskinan hingga satu digit untuk pertama kalinya pada 2018. Sejak September 2018, angka kemiskinan nasional mencapai 9,66% dari total jumlah penduduk Indonesia atau setidaknya ada 25 juta orang masih di bawah garis kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan capaian itu merupakan yang terendah dalam sejarah pengentasan...
Penulis: @luthfiham Indonesia tengah berupaya melepaskan diri dari ‘perangkap negara berpendapatan menengah’ (middle income trap) untuk mencapai visi Indonesia 2045: menjadi negara dengan PDB kelima terbesar di dunia. Salah satu syarat agar mimpi itu terwujud adalah mencapai pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Sebab jika tidak, maka sulit bagi Indonesia mengejar negara-negara lain yang pertumbuhanya dinamis di atas lima persen. Guna tercapainya...

FOLLOW ME

0FansSuka
3,853PengikutMengikuti
19PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

CATATAN