Sabtu, Januari 25, 2020

IN-TELEK SO’SIAL

Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Sudah tiga hari ini Rizbach terus berada di rumah tanpa melakukan sesuatu kegiatan yang berarti. Tiga hari yang benar-benar dia manfaatkan untuk bersantai, untuk bermalas-malasan setelah selama enam tahun ini dia selalu memaksakan tubuh dan pikirannya untuk bekerja, apakah itu yang berkaitan dengan rutinitas kuliah atau bekerja sebagai seorang yang aktif dalam dunia...
tanyaku pada gelap apa yang ada di sebalikmu berdarah-darah pikirku disekitari oleh kepekatan hitam   tak mampu aku melepaskan penat, jiwaku sadar tak pernah mendekat   apa yang ada di sebalikmu sepertinya aku pernah di sana mencumbu dan memeluk mencium dan merasuk.   kenapa pula aku rindu padahal harummu tak pernah di sudut kenapa pula aku beku padahal hangatmu tak pernah kurajut   Penulis: Ghofirudin (Trenggalek, 8 Januari 2018)
  Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Pendahuluan ‘Hidup Hanya Menunggu Penggorokan’ adalah sebuah cerpen karya A. Muttaqin yang diterbitkan oleh Harian Kompas edisi 17 Mei 2015. Cerpen ini mengisahkan tentang anak tukang jagal yang memiliki kemampuan untuk mengerti bahasa binatang. Meskipun begitu...

DEMI MASA

Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Ada apa dengan suara yang remang-remang di kejauhan belakang, yang menderum dengan begitu kasar hingga menggugah kesadaran yang telah lama tidur nyenyak dalam buaian. Suara apa itu yang kesantunannya tidak bisa ditawar dan justru bersikeras untuk menawarkan kenangan derita masa silam yang dipendam hanya untuk digubah menjadi sebuah tulisan yang setengah telanjang. Raga...

BALADA WARUNG

Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Himpunan manusia telah berkumpul di warung dan dengan wajah yang dibikin begitu tenang mereka menyerap bau apek yang diendusi dengan begitu santai. Tentu saja mereka sudah mandi atau paling tidak sudah membasuh muka sebelum berangkat berkatifitas. Namun aktifitas pagi untuk mengais rejeki sebelum matahari terbit dan meninggi itu memaksa sebuah kehangatan untuk memancar. Energi...
Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Ada kalanya seorang yang menggelari dirinya sendiri seorang penulis tidak tahu apa yang hendak dia tulis. Dia mengamati layar laptopnya, sebuah kertas digital Microsoft word tanpa kata-kata, hanya garis kursor hitam kelap-kelip yang tegak sendiri di batas tepi paling kiri. Di saat seperti itu kemungkinan besar pikirannya telah terperangkap untuk memperhatikan eksistensi dunia luar...
Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Setiap orang mendambakan kedamaian di dalam hidupnya. Mereka ingin hidup tenteram tanpa adanya kerumitan-kerumitan yang mengaduk-aduk pikiran atau ketersesakan yang membelenggu kebebasan perasaan. Namun ternyata anugerah berupa kehidupan ini tidak pernah se-sederhana itu, seolah-olah pikiran ini adalah sebuah alat yang canggih yang secara otomatis tiba-tiba masuk ke alam manusia dan mengaktifkan kegiatan berpikir kita....
Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Para pencipta telah kehilangan gelanggang di peradaban industri digital. Gelanggang mereka sekarang adalah di sebuah kesunyian, di sebuah kamar pengap berdebu yang terkadang para semut dan serangga hadir untuk menghardik kepongahan yang tersembunyi. Dan, bila mereka menyesat jauh lebih dalam, tempat mereka sesungguhnya hanyalah di dalam pikiran yang rentan, yang mudah dipengaruhi oleh kata-kata...
Oleh: Ghofirudin (Trenggalek) Harmonisasi merupakan sebuah puisi karya Tri Cahyo Widodo yang dikirim ke halaman Facebook Sanggar Jelata* pada Jum’at 8 Desember 2017. Penyair yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan di sebuah toko kecil yang menjual peralatan rumah tangga ini ingin mengungkapkan betapa kejamnya dunia yang penuh dengan persaingan seperti yang terjadi saat ini. Ungkapan tersebut mungkin sekali berasal dari pengalaman pribadinya yang telah...
Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) ‘Arus Bawah’ merupakan novel-esai karya Emha Ainun Nadjib yang pernah terbit bersambung di harian Berita Buana pada 28 Januari sampai 31 Maret 1991 dan menjadi buku pada 1994. Novel ini mengisahkan tentang hilangnya pemimpin punakawan, Semar dari lingkungan daerah atau dusun yang...

FOLLOW ME

0FansSuka
3,853PengikutMengikuti
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

CATATAN

error: Content is protected !!