Sabtu, Juli 4, 2020
LEMBAH PENYAIR Ketika penyair berjalan mengalahkan lembah kumbang-kumbang berbaris di bawah sepatu. Luka matahari semakin mengisi hari-hari yang sedih. Penyair berjalan mundur ke arah perpustakaan membaca riwayat hidup penulis yang terkubur. Syair-syair tidak mewakili rasa untuk raja, orang yang angkuh dan kehilangan kata-kata. Kebijaksanaannya luntur seketika berhadapan dengan penari panggilan yang panas membakar menara kerajaan. Pati, 23 Maret 2020   PENGUASA Seorang penguasa tidak pernah memeluk budak sebab dia kalah dengan harga diri dan...

JIKA KAU INGIN BICARA

Penulis: Ghofirudin Jika kamu ingin bicara, maka mulailah. Aku hanya ingin berbaring di sini, di atas sebuah kasur yang keras, yang ranjang kayu tuanya akan bersuara kereket setiap kali tubuhku berpolah. Aku hanya ingin menikmati kegelapan di kamar ini, berpura-pura menjadi seorang pemurung yang sedang patah hati, yang baru saja ditinggalkan kekasihnya saat badai angin topan serta derasnya hujan pertama...

LAMUNAN SEPEDA BUTUT

Penulis: Ghofirudin (Trenggalek) Siang bolong yang begitu terik. Namun suhu panas sudah tidak mampu membuat tubuhku mengucurkan keringat lagi. Bahkan meneteskan setitik pun tidak. Keringat dari dalam tubuhku telah terkuras seperti hendak habis. Cairan asin yang keluar dari dalam tubuh itu kini telah membekas pada kaos merah jersey klub sepakbola terkemuka asal Italia yang saat ini aku pakai. Cairan yang mulai...
Oleh: @luthfiham Mereka berdua bertemu di satu malam yang masih basah oleh hujan. Hari-hari terakhir hujan selalu turun, tanpa pernah absen. Rumi mengebaskan ujung jaketnya yang basah sebab air yang jatuh dari ujung payung. Selalu begitu, tapi ia juga selalu lupa menaruh payung yang lebih besar di jok motor matic-nya. Selian itu, jaket model panjang yang ia pakai sebenarnya terlalu mengganggu...
Oleh: @luthfiham Bus antar-kota yang ditumpangi Saipul berhenti tepat di depan gapura kampung. Dari kejauhan istrinya  berdiri menunggu di samping sepeda motor matic warna biru. Gapura itu baru saja dicat ulang, dengan warna dominan merah dan putih. Saipul masih ingat betul bulan lalu ia ikut nimbrung kerja bakti merenovasi gapura kampung itu. Tepat menjelang peringatan hari kemerdekaan. Ia sebenarnya malas ikut...

CERPEN: “JAMBU MERAH”

Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Semua orang telah setuju, termasuk dirinya sendiri, untuk mengurungnya di dalam sebuah kamar berukuran 2,5 kali 2,5 meter di sebuah rumah tua berlantai dua yang telah berusia 37 tahun. Usianya sendiri belum ada 30 tahun, namun telah ada beberapa uban di rambutnya dan juga di kumis, jenggot dan cambangnya yang semua itu membuat...

IN-TELEK SO’SIAL

Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Sudah tiga hari ini Rizbach terus berada di rumah tanpa melakukan sesuatu kegiatan yang berarti. Tiga hari yang benar-benar dia manfaatkan untuk bersantai, untuk bermalas-malasan setelah selama enam tahun ini dia selalu memaksakan tubuh dan pikirannya untuk bekerja, apakah itu yang berkaitan dengan rutinitas kuliah atau bekerja sebagai seorang yang aktif dalam dunia...
tanyaku pada gelap apa yang ada di sebalikmu berdarah-darah pikirku disekitari oleh kepekatan hitam   tak mampu aku melepaskan penat, jiwaku sadar tak pernah mendekat   apa yang ada di sebalikmu sepertinya aku pernah di sana mencumbu dan memeluk mencium dan merasuk.   kenapa pula aku rindu padahal harummu tak pernah di sudut kenapa pula aku beku padahal hangatmu tak pernah kurajut   Penulis: Ghofirudin (Trenggalek, 8 Januari 2018)
  Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Pendahuluan ‘Hidup Hanya Menunggu Penggorokan’ adalah sebuah cerpen karya A. Muttaqin yang diterbitkan oleh Harian Kompas edisi 17 Mei 2015. Cerpen ini mengisahkan tentang anak tukang jagal yang memiliki kemampuan untuk mengerti bahasa binatang. Meskipun begitu...

DEMI MASA

Penulis: Ghofiruddin (Pegiat sastra dan literasi Trenggalek) Ada apa dengan suara yang remang-remang di kejauhan belakang, yang menderum dengan begitu kasar hingga menggugah kesadaran yang telah lama tidur nyenyak dalam buaian. Suara apa itu yang kesantunannya tidak bisa ditawar dan justru bersikeras untuk menawarkan kenangan derita masa silam yang dipendam hanya untuk digubah menjadi sebuah tulisan yang setengah telanjang. Raga...

FOLLOW ME

0FansSuka
3,679PengikutMengikuti
29PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

CATATAN