Penulis: Ridho Rahmansyah

Kasus perceraian kembali marak terjadi, data pemerintah kota Bandung mengungkapkan hingga November 2020 ini terdapat 7.800 kasus perceraian, diantara kasus perceraian tersebut sebanyak 80% dikarenakan permasalahan ekonomi, faktor orang ketiga (Perselingkuhan) dan perselisihan yang terus menerus memicu pada tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Siti Maemunah selaku ketua TP PKK Kota Bandung menyatakan bahwa “kasus perceraian ini yang paling terkena dampak adalah dari pihak perempuan”. Sementara itu di Serang Banten kasus perceraian juga mengalami peningkatan yang signifikan. Ketua pengadilan agama Serang Dr.H.Dalih Evendy  mengungkapkan sampai bulan Juli 2020 tedapat 2.000 lebih kasus perceraian yang mayoritas dikarenakan permasalahan ekonomi.

“Angka perceraian ini cukup lumayan, di tahun 2019 saja kita menangani 5.000 kasus, kemudian ditambah di tahun 2020 ini kita baru menerima 2.000 lebih kasus penceraian. Umumnya alasan mereka mengajukan gugatan itu karena faktor ekonomi, apalagi saat pandemi seperti ini,” katanya.

Lalu apa yang harus dilakukan agar rumah tangga tetap harmonis dimasa pandemi seperti ini?

  1. jujur dan terbuka.

Kejujuran dan keterbukaan adalah kunci agar memiliki rumah tangga yang harmonis. Usahakan selalu jujur dan terbuka soal apapun termasuk keuangan anda dikala pandemi virus covid-19 seperti sekarang ini. Sebab, akan banyak masalah yang timbul nantinya bila kejujuran dan keterbukaan sudah tidak tercermin dalam rumah tangga anda.

sering bohong dan tertutup pada pasangan juga dapat menjadi kebiasaan buruk penyebab perselisihan, pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga hingga perceraian.

Jagalah kepercayaan pasangan dengan selalu berkata jujur dan apa adanya. menimbun kehobongan sama saja seperti memasang bom waktu yang suatu saat akan meledak dan menghancurkan rumah tangga anda.

  1. Jangan egois

Setiap manusia pasti memiliki rasa ego. Tapi, jika kalian sudah memilih untuk berumah tangga maka pastikan anda tidak berlaku egois pada pasangan. Dimasa pembatasan sosial berskala besar(PSBB) seperti yang terjadi di Jakarta saat ini tentunya anda akan lebih sering bertemu pasangan anda dirumah, dan akan lebih sering berinteraksi serta berargumen dengan pasangan. Dalam keadaan seperti ini sisi egois pada diri seseorang jadi mudah terlihat dan sering menimbulkan pertengkaran.

Jauhi egois apalagi sampai memarahi dan bertindak kasar pada pasangan. Sadari betul apa tujuan awal menikah dan membangun rumah tangga bersama pasangan anda. Tentunya untuk saling mengasihi dan mencintai, bukan malah saling menuntut serta mementingkan ego masing-masing.

Cobalah saling mengerti keinginan dan kebutuhan pasangan anda. Jangan terlalu banyak menuntut dan cobalah untuk mensyukuri segala pemberian dari pasangan anda.

  1. Ucapkan kata cinta pada pasangan

Hal ini sering dilupakan oleh banyak pasangan suami istri apalagi yang usia pernikahannya sudah 5 tahun ke atas. Hal ini memang terlihat sangat sederhana namun diusia pernikahan yang relatif lama terkadang hal sederhana ini sering terlewatkan. Ungkapkanlah rasa cinta dan sayang anda pada pasangan dalam bentuk ucapan. Apalagi dimasa sulit seperti ini ucapkanlah rasa sayang dan beri tahu pasangan bahwa anda akan selalu menemaninya baik disaat senang maupun susah.

  1. Bersyukur

Dalam berumah tangga pasti akan selalu ada masalah yang menghadang, pada masa pandemi seperti ini masalah keuangan adalah faktor utama tingginya angka perceraian. permasalahannya bisa berupa pengasilan suami yang tidak mencukupi, istri yang tidak pandai mengatur keuangan, dan pasangan suami istri yang memang memiliki gaya hidup boros dalam membelanjakan uang.

Pada kasus seperti ini bersyukur adalah hal yang harus diterapkan pada pasangan suami istri. Karna ketika kita bersyukur kita tidak akan pernah merasa kurang dengan segala pemberian sang pencipta. Syukuri segala bentuk pemberian tuhan baik banyak maupun sedikit. Merasa rezeki yang diberikan oleh tuhan selalu kurang dan tidak sesuai kebutuhan adalah bentuk dari hilangnya rasa syukur pada diri anda.

Bentuk rasa syukur lainnya adalah dengan cara membuat daftar kebutuhan pada rumah tangga anda agar yang barang yang dibeli memang betul-betul yang anda butuhkan bukan sekedar keinginan semata. Kurangi membeli barang-barang yang bukan kebutuhan pokok agar keuangan rumah tangga tetap stabil.

  1. Dekatkan diri pada sang pencipta

Masa pandemi virus covid-19 ini memang masa ujian bagi setiap orang terlebih pada pasangan suami istri. cobalah lebih mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa, agar rumah tangga anda senantiasa diberi kemudahan dalam menghadapi segala bentuk ujian yang diberikan. Ajak pula pasangan anda untuk turut ikut serta dalam pendekatan diri kepada tuhan. Hal ini juga dapat membuat hubungan anda menjadi lebih religius dan harmonis.

Kesulitan hidup yang dialami pada masa pandemi virus covid-19  ini jangan dijadikan sebagai alasan bagi rumah tangga anda untuk bercerai, ingat kembali janji pernikahan anda untuk selalu bersama dalam keadaan senang maupun susah. Terapkan kejujuran dan keterbukaan sebagai pondasi dalam rumah tangga anda dan jangan egois. Bersyukurlah dengan segala pemberian tuhan yang maha esa dan mendekatlah padanya agar rumah tangga anda senantiasa diberkati dan selalu berada dalam lindungannya.

 

 

 

*****

Profil Penulis:

Nama : Ridho Rahmansyah

Alamat : Perum. Bukit Asri Ciomas Indah Blok A3/13, Ciomas,Bogor

Email : ridhorahmansyah06@gmail.com

No.tlp : 089517751652

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.