Penulis: Muhammad Jayelani

Hadits di sebut juga sebagai sunah  artinya segala sesuatu dari perkataan, perbuatan, dan takrirnya Nabi Muhammad SAW. Hadis termasuk ajaran Islam yang ke dua setelah Al-Qur’an. Dalam mempelajarinya diperlukan pendekatan khusus, karena sejarah perjalanan hadits tidak terpisahkan dari sejarah perjalanan Islam itu sendiri, tetapi terdapat beberapa hal ciri-ciri spesifik. Hadis berfungsi sebagai pembeda dan penegas ayat-ayat Al-Qur’an dimana terdapat persamaan-persamaan seperti sunnah, khabar, dan atsar.

Sedangkan Hadis Menurut bahasa berasal dari kata hadis, Jamaknya ahadis, al-jadid, al-Qarib, dan al- khabar. Sedangkan menurut istilah atau terminologi hadis banyak definisinya antara lain menurut ahli hadis yaitu : segala sesuatu perkataan, perbuatan ,dan hal ihwalnya Nabi, sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik itu perkataan, perbuatan dan sifat beliau. Hadis bukan hanya sesuatu yang disadarkan kepada Nabi saja, melainkan untuk sesuatu yang mauquf kepada sahabat dan maqtu’ yang disandarkan kepada tabi’in.

Hadist ini memilili tiga unsur, akan tetapi tiga unsur tersebut bersumber dari Nabi muhammad SAW. Ketiga unsur itu antara lain :

  • Perkataan atau Qawli

yang dimaksud dengan perkataan nabi muhammad ialah sesuatu yang pernah dikatakan oleh beliau dalam segala hal dan penjelasan-penjelasan Nabi tentang hukum-hukum islam.

  • Perbuatan atau Fi’li

perbuatan nabi merupakan suatu cara yang praktis dalam menjelaskan peraturan atau hukum syara’ contohnya cara sholat, wudhu dan lain sebagainya.

  • Persetujuan atau Taqrir

Arti taqrir ialah beliau mendiamkan,  tidak menyanggah atau menyetujui apa yang telah dilakukan para sahabat. contohnya Saat khalid sedang memakan daging dhabb nabi hanya melihat dan tidak ikut makan.

Sinonim Hadist

Sebagaimana yang telah disebutkan hadist mempunyai sinonim atau nama lain yaitu: sunnah, khabar, dan atsar.

  1. Sunnah

Kata sunnah berasal dari bahasa arab (sunnah)  dari akar bahasa: sanna,  yasunnu, sunnatan. yang artinya “berlakunya sesuatu dengan mudah” yang bersifat umum, seperti sabda Rasullah SAW yang berbunyi “ barang siapa yang membuat suatu jalan yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang melakukanya setelah tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun, dan barang siapa yang membuat suatu jalan yang buruk dalam islam, maka atasnya dosanya dan dosa orang yang melakukanya setelahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun “. ( HR. Muslin ).

Sedangkan secara istilah sama dengan pengertian hadist yaitu segala yang di nukil dari Nabi muhammad,  baik berupa perkataan,  perbuatan maupun taqrir dan sifat – sifat beliau.

  1. Khabar

Khabar menurut bahasa sama seperti makna hadist, yaitu segala sesuatu berita yang di sampaikan oleh orang lain kepada orang lain lagi. Sedangkan menurut istilah sesuatu yang datang dari nabi dan yang lain seperti para sahabat,  tabiin, pengikut tabiin atau orang-orang setelahnya.

  1. Atsar

Menurut bahasa ialah bekasan sesuatu atau sisa sesuatu. Berarti pula nukilan (yang dinukilkan).

Sedangkan istilah perkataan-perkataan ulama salaf,  sahabat, tabiin.

Dari pembahasan di atas bahwa hadis merupakan perkataan, perbuatan ,dan sifat Nabi, dan hadis juga sebagai ajaran islam yang kedua setelah Al-Qur’an, hadis berfungsi sebagai penjelas dan penegas ayat-ayat Al-Qur’an dimana terdapat persamaan-persamaan seperti sunnah, khabar, dan atsar.

Nama panjang: Muhamad Jayelani

Nama pendek : jae

Tempat tanggal lahir: Jakarta,04 April 2002

Hobi : fotografi

Cita cita : Guru

Sekolah : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Tempat tinggal : Kp Pedaengan RT003 RW 008 Penggilingan Cakung Jakarta Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.