MENUJU ERA YANG DI-GERAK-KAN PEREMPUAN

0
44

Oleh: Luthfi Hamdani

Saat ini di Asia, delapan puluh persen pekerjaan masih dihuni laki-laki. Tapi, kalo suatu saat pergeseran (shifting) ini terus terjadi, masyarakat juga musti siap, terbiasa dan ndak kagetan.

Kasus nyata. Saya sering ngopi dengan teman-teman pria sesama pencari kerja. Dari sekian banyak keluhan mereka, yang lumayan sering terlontar adalah: “Asem tenan, saiki onone lowongan kerjo akeh butuhe pegawai wedhok (cewek).”

Tantangan nyata berupa menjadi ‘bapak rumah tangga’ dengan berbagai peran yang sebelumnya diisi perempuan: bukan hal tabu..!! Sementara perempuan gantian bertugas menjaga finansial keluarga. (Kecuali ‘shifting’ ini berefek samping adanya fenomena ndak banyak yang mau menikah.)

Di kota-kota, mungkin adaptasinya lebih cepat. Sementara di desa-desa, prediksi saya ndak bakal terlalu lama, asal akses informasi digital terus mudah, murah-meriah.

Catatan ini adalah komentar terhadap artikel menarik dari Sri Mulyani dan Anne-Birgitte di situs web www.weforum.org. Berikut link-nya:

https://www.weforum.org/agenda/2018/09/asia-the-future-is-female?fbclid=IwAR0W9_9qCiubJJtlqWCM7PgXx4N9S58E_gNNkciA2rZTk6obIBfznxidPoE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.