Penulis: Deviana Rahmawati, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kita tahu bahwa semua orang di dunia ini mempunyai teman ataupun sahabat. Namun apakah teman atau sahabat tadi dapat membantu kita untuk meniti jalan ke surga? Kehidupan di dunia hanyalah sementara, dan hanya kehidupan akhiratlah yang akan kekal selamanya. Kita harus bersyukur apabila mempunyai sahabat yang bersedia meniti jalan menuju surga bersama. Saling mengingatkan apabila salah satu dari kita salah jalan, juga selalu menyokong apabila salah satu dari kita patah semangat, dan yang terpenting selalu ada dalam keadaan suka maupun duka.

Hidup ini diumpamakan seperti seorang pelancong yang sedang beristirahat sedebuah rest area untuk mengistirahatkan badannya sejenak yang  telah menempuh perjalanan yang begitu jauh. Setelah merasa fit, ia akan melanjutkan Kembali  perjalananya, yaitu menuju akhirat. Kita hrus banyak bersyukur karena dipertemukan dengan sahabt yang baik karena tidak semua individu bisa mendapatkannya. Sebab, tidak sedikit orang erubah sikap lemah lembutnya karena terbawa suasana dalam pergaulan yang kurang baik.

Sahabat ialah orang yang selalu ada untuk kita baik di dalam suka maupun duka. Dibalik sebuah persahabatan yang indah banyak terjadi perselisihan, namun dibalik perselisihan itu ada rasa sayang yang mendalam. Persahabatan bisa bermula dari kejadian apapun, kunci utamanya adalah nyaman. Tak jarang juga terjadi perselisihan dalam persahabatan yang kadangkala membuat kita bisa tak saling tegur sapa. Dalam islam, apabila seseorang sedang berdiam dan tidak bertegur sapa dalam tiga hari dengan siapapun, dosa seseorang tersebut disamakan dengan sebuah gunung.

Sebagai sahabat yang baik kita harus bisa saling mengerti sahabat yang lain, tidak boleh keras hati, apalagi egois. Hal-hal tersebut bisa menjadi salah satu pemicu retaknya suatu hubungan persahabatan. Apabila ada masalah hendaknya kita selesaikan dengan cara yang baik, tidak dengan menguarkan rasa kesal dan emosi.

Apabila kita dekat dengan orang-orang yang shaleh maka kita juga akan tertular keshalehan orang tersebut, seperti hadist berikut yang artinya: “Perumpamaan kawan yang baik dan buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk” [HR. Bukhari dan Muslim].

Dari hadist diatas dapat kita simpulkan, bahwa seorang sahabat yang baik maupun buruk akan membawa pengaruhnya masing-masing untuk diri kita sendiri. Selanjutnya tergantung kita akan memilih yang baik atau yang buruk. Apabila kita bersahabat dengan orang yang shaleh, inshaallah sahabat shaleh kita tersebut akan menjadi sahabat kekal di surga kelak, begitupun sebaliknya.

Meskipun kita merasa bahwa diri kita belum cukup baik menjadi calon ahli surga, tidak ada salahnya apabila kita mendekati orang-orang yang baik, yang shaleh, dan yang taat beribadah. Dengan ini kita akan terbawa kepada kebiasaan sahabat kita, seperti shalat berjamaah, puasa sunnah, mendengarkan ceramah, mengikuti acara-acara keagamaan, dan banyak hal lagi. Dan bisa saja ketika sahabat kita tersebut tidak menemukan kita di surga kelak, ia memohon kepada Allah SWT untuk membawa kita ke surga bersamanya, masyaallah sungguh mulia apabila kita punya sahabat seperti ini.

Sadar atau tidak, kualitas teman dan sahabat akan sangat berpengaruh dalam perilaku kita. Karena teman dan sahabat akan banyak mewarnai pemikiran, sikap, kebiasaan dan perilaku kita sehari-hari. Terlebih lagi disaat iman kita sedang lemah dan jauh dari orang-orang shaleh. Ada sebuah hadist mengatakan: “Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu diantara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman.” [ HR. Abu Dawud].

Kesimpulannya, jika ada perbedaan pendapat ataupun selisih paham dengan yang lain, itu merupakan bagian dari persahabatan. Dan carilah teman atau sahabat yang baik dan bisa membawa pengaruh baik. Agar kelak akan menjadi Teman atau sahabt kekal sampai surga di akhirat nantinya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.