Jumat, Juli 3, 2020

REFLEKSI HARI RAYA

Penulis: Ghofirudin, Trenggalek Hari raya telah usai. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh banyak orang ketika hari sudah menjadi +7. Banyak para pemudik yang pulang ke kampung halaman sudah kembali ke daerah-daerah tempat mereka bekerja. Bahkan tanpa harus menunggu H+7 sekalipun hari raya sudah berakhir bagi sebagian orang. Ya, para pegawai negeri tahun ini harus masuk kerja sebelum H+7. H+7 atau tujuh...
Penulis: Dafa Achmad, Banyuwangi Sebentar lagi Ramadhan akan meninggalkan kita, Tinggal hitungan jam saja kita akan memasuki bulan baru. Dimana pada bulan itu, semua umat muslim kembali fitrah (suci) lagi, Amiin yaa robbal alamiin. Semua oleh Allah SWT dibuat terlihat indah pada bulan itu, kita saling memaafkan, bercanda gurau, sanak famili yang di perantauan semua pulang, rindu kampung halaman, bertemu...
Penulis : Muhammad Lutfi | Madiun (Santri Tebuireng) Hari ini mindset berpikir kita adalah bahwa masing-masing atau kita semua adalah penderita Covid-19. Ada yang kentara, ada yang belum kelihatan, ada yang sampai sembuh tidak pernah terdeteksi. Namun, kita semua dan masing-masing adalah gerbong Corona, yang bisa menularkannya ke siapapun di sekitar kita, apalagi yang bersalaman, terciprat batuk kita, atau sekedar...
Penulis : Muhammad Lutfi | Madiun (Santri Tebuireng) Penulis bukanlah bagian dari mereka, segelintir orang yang gak gablek kesehatan, atau anti pemerintah, atau mungkin orang-orang yang kesal dengan keadaan masyarakat yang bebal dan terkesan menyangsikan kebajikan. Penulis bukanlah mereka yang terlalu mendiskreditkan elite konspirasi, yang selalu menghantui dengan segala dalih narasi, ditengah pandemi ini. Terserah, mau menyikapi tulisan ini sebagai cercaan,...
Penulis: Drs. H. Mustofa Alchamdan, MSI Kebanyakan dari kita tahu dan faham bahwa aturan main sebagai seorang muslim terkait dengan ibadah ataupun muamalah yang bermuara kepada kualitas kepatuhan, ketundukan, penghambaan dan mahabbah pada sang Maha Pencipta dan utusan-Nya, manusia paling mulia yakni nabi Muhammad SAW. Tetapi harus diingat bahwa Allah SWT juga menciptakan setan yang semenjak adanya nenek moyang manusia yakni...
Penulis: Dafa Achmad Ardian, Banyuwangi Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat yang melimpah hingga detik ini. Sholawat serta salam semoga tetap dilimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dalam kesempatan kali ini, saya ingin mengulas tentang perbedaan pendapat dalam beragama. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa dalam beragama masih saja ada perbedaan pendapat,...
Penulis: Fikron Achmad Kebanyakan dari kita ketika dihadapkan pada bencana, kita selalu menyalahkan keaadaan bahkan menyalahkan Tuhan. Mereka mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, kenapa selalu saja aku yang terkena bencana. Padahal kesalahan ku ini terhitung ringan, sedangkan mereka yang mempunyai kesalahan yang lebih besar tidak terkena bencana. Mengapa? Apakah Tuhan sudah tidak peduli padaku, kearena aku ini manusia yang tidak berguna....
Penulis: Muhammad Lutfi | Madiun  Coronavirus tidak punya kesalahan dan dosa apapun. Ia bukan makhluk pikiran dan hati yang punya kemungkinan untuk berniat sesuatu, merancang kebaikan atau keburukan, menyatakan dukungan atau perlawanan atas kehidupan umat manusia di bumi ini. Covid-19 bukan bagian dari jin atau manusia, yang pada ujung zaman kelak harus mempertanggungjawabkan perilakunya di forum Hisab Allah. Corona dipancing, dirangsang,...
Penulis: Syarif Hidayatullah (Mahasiswa akuntansi dan anggota arjuna di rayon Ekonomi "Moch Hatta", asal Sumenep) Editor: Cak Mad Dalam peringatan hari pendidikan ini, semua orang ramai memberikan ucapan-ucapan selamat sebagai  wujud pembuktian mereka peduli pada pendidikan. Animo itu pun seolah-olah menggambarkan bahwa Indonesia mengalami pendidikan yang baik baik saja. Seakan lupa pada jutaan orang yang belum dapat mendapatkan haknya untuk menjadi orang...
Penulis: M. Faqih Bramasta (Pekalongan) Setiap negara pasti memiliki ideologi masing masing, tak terkecuali indonesia. Indonesia sendiri memilih Pancasila sebagai ideologi negara yang sah. Dalam pemilihan tersebut, para pendiri negara harus melalui proses yang sangat panjang dan berliku. Dijadikannya Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia setidaknya memiliki dua sifat, yakni sifat teoritis-filosofis dan praktis-aplikatif. Sifat yang pertama bermakna bahwasanya Pancasila mengandung butir-butir...

FOLLOW ME

0FansSuka
3,679PengikutMengikuti
31PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

CATATAN