Tahun 2019 ini, pendiri Alibaba, Jack Ma resmi menyerahkan kendali perusahaannya kepada Daniel Zhang. Tepat ketika raksasa e-commerce yang ia dirikan genap berusia 20 tahun.

Mantan guru bahasa Inggris ini mendirikan perusahaan pada tahun 1999 dalam sebuah kamar tidur di Hangzhou. Sejak saat itu, Alibaba berkembang pesat hingga memiliki nilai $ 480 miliar.

Zhang, yang sebelumnya berposisi sebagai chief executive Alibaba Group, akan menggantikan Ma sebagai executive chairman.

Di sebuah surat kepada karyawannya pada tahun lalu, Ma mengatakan ia ingin kembali mengajar:

“Saya masih memiliki impian besar untuk mengejar. Saya ingin kembali ke pendidikan, yang membuat saya begitu bergairah serta memberikan banyak berkah, selain karena mengajar ini adalah apa yang saya sukai untuk saya lakukan.”

Berikut adalah beberapa nasihat terbaik dari Ma:

Pekerjaan pertama Anda adalah yang paling menentukan

Pada Forum Ekonomi Dunia di Davos awal tahun ini, Ma memberikan saran karirnya untuk komunitas global:

“Ketika Anda lulus dan mencari pekerjaan, pekerjaan pertama anda adalah yang paling penting. Bukan berarti harus di sebuah perusahaan yang memiliki nama besar. Tapi usahakan anda menemukan bos yang baik yang dapat mengajarkan Anda bagaimana menjadi seorang manusia, bagaimana melakukan hal yang benar . Kemudian tinggallah di sana selama setidaknya tiga tahun.”

Mengajar soft skill sangat penting untuk masa depan anak-anak Anda

Ketika menjadi pembicara di Davos pada 2018, Ma mengatakan kita perlu mengubah cara kita mengajar anak-anak untuk manusia, guna membedakannya dari kecerdasan buatan.

“Jika kita tidak mengubah cara kita mengajar, dalam 30 tahun kita akan berada dalam kesulitan. Kita mengajarkan kepada anak-anak kita pelajaran dan hal-hal sejak 200 tahun terakhir, itu berbasis pengetahuan, dan kita tidak bisa mengajarkan anak-anak kita untuk bersaing dengan mesin yang akan lebih pintar.

“Kita harus mengajarkan anak-anak kita sesuatu yang unik, sehingga mesin tidak pernah bisa mengejar ketinggalan dengan kita: nilai-nilai, kepercayaan, pemikiran mandiri, kerja sama tim, perawatan untuk orang lain. Serta soft skill, olahraga, musik, melukis, seni, untuk memastikan manusia berbeda dari mesin.”

Tidak ada ahli yang Mampu Mengasai Masa Depan

Ma mengungkapkan bahwa ia memiliki keraguan ketika ia pertama kali mendirikan Alibaba, Ma mengaku memiliki rasa takut, tapi tidak pernah meragukan kemampuannya untuk berhasil.

“Ketika itu tahun 1999, saat hari-hari awal internet. Semua orang memiliki kesempatan yang adil, tidak ada ahli pada waktu itu. Pelajarannya adalah bahkan sampai saat ini, tidak ada ahli yang bisa memprediksi dan menguasai masa depan.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.