Rabu, Juli 1, 2020
  Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang lebih muda cenderung lebih mementingkan diri sendiri (self-absorbed) daripada generasi yang lebih tua. Tren ini, kata para peneliti, berlaku untuk semua generasi selama seabad terakhir. Para ahli mengatakan orang cenderung menjadi kurang narsis karena pelajaran yang dipetik seumur hidup menjadikan mereka lebih rendah hati. Jika diajukan pertanyaan: “Apakah orang muda lebih rentan terhadap...
Saat ini, begitu banyak orang mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein cukup besar untuk menemani mereka menyelesaikan beragam tugas. Misalnya untuk tetap begadang hingga larut malam menyelesaikan deadline pekerjaan. Ada kepercayaan umum bahwa teh lebih disukai daripada kopi; Namun, keduanya memiliki manfaat dan konsekuensi negatif bagi kesehatan. Hal ini lalu menimbulkan pertanyaan: “minuman berkafein apa yang lebih baik untuk Anda? Jika Anda...
Mengubah pikiran seseorang tentu sulit dilakukan: apalagi ketika berhubungan dengan berbagai pendapat yang sangat serius seperti keyakinan politik, kepercayaan agama, moral, dan prinsip-prinsip inti, otak manusia selalu melakukan reaksi untuk mempertahankan kepercayaan tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika kepercayaan yang dipegang teguh dipertanyakan, amigdala, bagian dari otak yang memproses emosi, memberikan sinyal tinggi tertentu seolah-olah kita...
Sebuah penelitian terbaru yang didanai oleh Dewan Riset Ekonomi dan Sosial Inggris (ESRC), dipublikasikan secara online di jurnal E-ClinicalMedicine, menemukan bahwa: Anak perempuan remaja dua kali lebih mungkin menunjukkan gejala depresi yang bererkaitan dengan penggunaan media sosial. Depresi ini terutama karena pelecehan online dan siklus tidur yang terganggu, juga citra tubuh yang buruk...
Dua hari terakhir, dunia kampanye politik kita diramaikan video tiga orang ibu-ibu melakukan ‘kampanye hitam’. Di Karawang, Jawa Barat, trio juru kampanye ini mensosialisasikan bahwa kalau salah satu pasangan Capres menang, maka ‘tidak lagi ada azan, pernikahan sejenis diperbolehkan dan bla, bla, bla.” Tidak perlu lama, berkat videonya yang menyebar (disebar) di kalangan netizen, trio ibu-ibu juru kampanye ini langsung...
Berdasar riset yang dirilis lembaga We Are Social bekerjasama dengan Hootsuite (2018), ditemukan bahwa lebih dari separuh populasi orang Indonesia yang terbilang aktif di media sosial (medsos). Hal ini jika dilihat dari jumlah pengguna internetnya, maka bisa dibilang seluruh pengguna internet di Indonesia sudah mengakses medsos. We Are Social mengatakan: 132,7 juta pengguna internet, 130 juta diantaranya pengguna aktif di...
Penulis: Mawin Asif (Malang) Dunia dalam teropong industri dan manufaktur, kini melangkah pada tahap revolusi keempat. Pengikut infrormasi publik khususnya pada sektor ekonomi industri semestinya sudah mengetahui revolusi industri 4.0. Sebelumnya, revolusi tahap ketiga ditandai munculnya teknologi digital dan internet pada tahun 90-an. Pengembangan platform ketiga dan transformasi digital manufaktur menjadi sebuah ide untuk revolusi industri keempat. Indonesia memerlukan sumber daya...
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan 'Keterbelakangan Islam' Memasuki abad kedua puluh, kondisi dunia ditandai oleh kamajuan yang dicapai oleh dunia Barat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala implikasinya, termasuk penjajahan pada dunia Islam. Negam-negam yang dahulu masuk ke dalam hegemoni Islam seperti Spanyol, India, Sisilia, dan sebagainya sudah mulai melepaskan diri dari Islam dan berdiri sendiri sebagai negara yang sepenuhnya...
Kita memasuki era dimana demokrasi dengan kebebasan berpendapatnya dipadukan dengan perkembangan teknologi internet, menghadirkan wajah baru bagi masyarakat. Kemudahan berkomunikasi, akses aktualisasi diri melalui media sosial dan kemampuan menyebarkan berbagai macam hal, mulai berita, foto diri sampai iklan. Semua mudah di akses selama memiliki perangkat telepon pintar, atau laptop. Hegemoni surat kabar cetak sebagai distributor berita dan opini, mulai tergerus oleh...
Penulis: Luthfi Hamdani Menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Path, BBM, Line, Whatsapp, Instagram, seolah sudah menjadi kebutuhan sosial masyarakat Indonesia. Banyak penelitian tentang Instagram menemukan indikasi bahwa aplikasi tersebut bisa meningkatkan rasa cemas dan marah, juga lebih rawan menggerogoti harga diri bagi sebagian besar penggunanya. Berdasarkan data hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2016,...

FOLLOW ME

0FansSuka
3,679PengikutMengikuti
31PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

CATATAN